Sabtu, 22 September 2012

MAKALAH PTK 3


PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DAPAT MENINGKATKAN TEKNIK VOKAL SISWA

Oleh : Marzuki, S.Pd

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Musik merupakan suatu media yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, sebagai mahluk yang dibekali cipta, rasa dan karsa oleh Tuhan Yang Maha Esa. Manusia dapat mengekspresikan dirinya menurut kata hati melalui bernyanyi, hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Adjie (2008:23) bahwa: “Bernyanyi merupakan musik yang me nggunakan media vokal atau suara manusia”, supaya terdengar indah maka bernyanyi membutuhkan suatu teknik tersendiri.
Pengajaran musik Vokal di SMP adalah bagian dari tujuan pendidikan pada tahap pembentukan pribadi anak dalam rangka menuju kepada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, seperti yang kita cita-citakan bersama. Untuk melaksanakan pengajaran Vokal tersebut agar lebih bermakna dan variatif sehingga dapat menarik minat siswa tentunya guru dituntut untuk mampu mengembangkan inovasi pembelajarannya. Hal ini akan menjadi suatu motivasi tersendiri bagi siswa untuk meningkatkan dan mengembangkan berbagai potensi anak.
Peranan guru musik adalah menciptakan kondisi musikal yang kondusif, sehingga siswa dapat mengalami dan memahami suatu karya cipta musik sepenuhnya. Untuk itu pemahaman guru musik dalam menafsirkan kurikulum pendidikan musik, hendaklah kritis dan kreatif dalam pengembangkan model-model pengajaran musik, tentu saja, yang dapat menumbuhkan pemahaman siswa akan nilai sosial budaya melalui pengalaman estetika dan etika seni mereka.

Kenyataan dilapangan masih banyak pelajaran seni khususnya seni musik. Pembelajaran seni sifatnya masih terbatas kebiasaan yang lazim terfokus pada pemberian materi yang sifatnya mudah dilakukan misalnya peserta didik ditugaskan menyanyi sebuah lagu tanpa melihat bagaimana teknik yang benar dalam bernyanyi. Apabila hal ini terjadi maka, dikhawatirkan bahwa pelajaran musik hanya terbatas pada konsep hiburan semata. Pelaksanaan pembelajaran seni musik masih terkesan biasa-biasa saja.
Oleh karena itu diupayakan adanya perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran seni musik di sekolah demikian pula pada tingkat pendidikan SMP secara substansi ditentukan dan membutuhkan dukungan banyak faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya; kualitas dan profesionalisme guru seni musik yang tidak memahami teknik vokal sehingga berakibat ketidak berhasilan dalam pembelajaran.
Media pembelajaran salah satunya yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Kenyataan dilapangan bahwa tidak sedikit guru-guru musik di sekolah dalam praktek pembelajaran masih menggunakan cara atau metode klasik artinya tidak menggunakan media pembelajaran yang memadai diantaranya media audio visual (VCD, LCD, TV dan lain-lain).
Proses pembelajaran seni nampaknya masih kesulitan mendapatkan media untuk pembelajaran beberapa media dalam bentuk materi ajar. Kendala untuk mendapatkan media untuk bahan ajar terasa sangat sulit dan menemui banyak kendala, khususnya dalam pembelajaran teknik vokal, terpikirkan bahwa pembelajaran dengan media penting untuk membantu dalam proses pembelajaran. Bentuk media pembelajaran untuk teknik vokal ternyata harus disediakan dan disiapkan yang sesuai dan relevan dengan tujuan pembelajarannya, disamping bentuk media yang kiranya dapat menunjang pembelajaran teknik vocal pada siswa, adalah media yang berisi tentang gambaran bagaimana teknik berlatih bernyanyi dengan baik.
Sementara ini pembelajaran teknik vokal khususnya di sekolah tersebut masih dilakukan secara konvensional yakni, guru memberikan ceramah dan mengarahkan praktek teknik vokal dan bernayanyi secara langsung dikelas dengan media seadanya ternyata hasil yang diperoleh terasa belum cukup maksimal, artinya para siswa harus mendapat variasi dan tuntutan lain untuk proses pembelajaran, para siswa disamping berlatih melalui pembelajaran di kelas juga harus mampu berlatih pada kesempatan lain di luar kelas. Namun hal itu nampaknya masih jadi kendala akibat tidak terdapatnya bimbingan untuk belajar.
Salah satu harapan agar siswa dapat terbimbing adalah dengan menggunakan media belajar teknik vokal. Media tersebut apabila tersedia disamping dapat digunakan sebagai tuntunan siswa belajar di luar waktu sekolah juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas, agar kompetensi siswa dalam bernayanyi terbantu dalam berlatih teknik vokal.
Berkaitan hal tersebut, pembelajaran teknik vokal dengan menggunakan media audio visual akan sangat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran seni musik di sekolah. Pembelajaran dengan menggunakan teknik vokal yang baik memiliki makna yang sangat berharga dalam kehidupan manusia, sebagai wahana hiburan dan kesehatan terutama secara kejiwaan seseorang.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah
1.      Apakah pengertian dari teknik vokal siswa?
2.      Apakah pengertian dari media audio visual?
3.      Bagaimanakah meningkatkan teknik vokal dengan penerapan media audio visual?

C.    Tujuan Pembahasan
Adapun yang menjadi tujuan dalam pembahasan ini adalah untuk mengetahui :
1.      Pengertian dari teknik vokal siswa.
2.      Pengertian dari media audio visual.
3.      Langkah penerapan media audio visual dalam meningkatkan teknik vokal siswa.

D.    Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan bermanfaat bagi pengembang pendidikan terutama yang berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap pembelajaran seni musik yaitu yang berkaitan dengan dengan pembelajaran teknik vokal dengan melalui media audio visual. Selain itu penelitian ini juga dapat memberikan kegunaan bagi:
1.      Peneliti sendiri dalam hal ini sebagai guru pendidikan seni untuk meningkatkan dan melaksanakan inovasi pembelajaran.
2.      Memberikan wawasan terhadap profesionalisme guru khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran dengan media khususnya tim paduan suara.
3.      Memberikan kontribusi dalam menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran teknik vokal.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Teknik Vokal
Menurut Rudy MY (2008:46) Dalam membentuk teknik vocal merupakan teknik dasar dalam bernyanyi sehingga apabila diibaratkan dengan sebuah rumah atau gedung teknik vokal merupakan pondasinya. Untuk menghasilkan teknik vocal yang baik maka, seorang penyanyi harus memperhatikan beberapa teknik penguasaan diantaranya adalah: penguasaan teknik pernafasan, penguasaan notasi, penguasaan tempo dan penguasaan artikulasi. musik yang bersumber dari suara manusia, biasa dimainkan oleh seorang penyanyi, atau sekelompok orang. Jika dimainkan perorangan disebut solo dan jika dimainkan atau dinyanyikan secara rampak atau sekelompok orang suara bersama (samen zingen). Sejalan dengan hal tadi maka Adjie (2008:30) menguraikan bahwa vokal bisa diuraikan suara manusia, dalam ilmu bahasa, huruf hidup sering disebut vokal, karena huruf tersebut merupakan unsur utama dalam menghidupkan bunyi bahasa itu sendiri.
1.      Unsur- Unsur Teknik Vokal dalam Bernyanyi
Setiap manusia memiliki ketinggian suara yang berbeda-beda, ada yang suaranya tinggi melengking, sedangkan yang lain tidak bisa seperti itu, ada seseorang yang dapat mengeluarkan suara yang sangat rendah dan pada pihak lain tidak biasa melakukannya. Faktor yang mempengaruhi ketinggian suara seseorang adalah tipis tebalnya pita suara yang dimiliki orang tersebut. Semakin tipis pita suara seseorang maka semakin tinggi jaungkauan suara yang biasa dihasilkan.
Untuk dapat menguasai teknik power suara, maka seseorang harus sering melakukan teriakan. Dengan sering melakukan teriakan, telah terjadi suatu proses pelatihan penguatan otot-otot yang berkaitan dengan suara. Seperti halnya kita melatih otot tubuh lainnya, sehingga menjadi kuat dan bertenaga. (Rudy;2008:23).
Selanjutnya Budidharma (2001:3) menguraikan tentang pembelajaran teknik vocal tidak terlepas dari bagaimana teknik pengambilan napas, teknik vocal seperti memainkan alat musik tiup, dalam bernyanyi mengisi paru-paru dengan udara akan memberikan efektifitas hal ini berpengaruh untuk melakukan kemampuan menyanyikan nada-nada panjang, kontrol terhadap nada tinggi, nada rendah tekstur suara lembut/keras, warna suara, fleksibilitas, vibrato, non vibrato, menghasilkan nada yang lebih jernih dan bernyanyi lebih lancar dalam wilayah register tangga nada.
Teknik bernyanyi selanjutnya seperti yang diuraikan oleh Alting (dalam Ruth Dwi, 2006:11) bahwa dalam melatih pernafasan yang harus dilakukan adalah ada tiga tahap yaitu: (1). Mengisi paru-paru; (2). Menahan nafas selama beberapa detik; (3). Mengeluarkan nafas secara perlahan-lahan. Kemudian melakukan gerakan: berdiri tegak , jangan tegang, sambil merentang lengan kesamping sambil menghirup nafas, menahan nafas dua hitungan dengan posisi badan tetap berdiri serta mengeluarkan nafas, tangan diturunkan merentang ke samping (4 hitungan) terus mengulangi kegiatan itu sekitar kira-kira enam kali.
Selanjutnya menurut Alting(Ruth Dwi, 2006:12-13), teknik pernafasan yang merupakan bagian dari teknik vokal memiliki tiga macam yaitu:
a.       Pernapasan Dada;
Nafas sepenuhnya dimasukkan ke dalam paru-paru sehingga rongga dada membusung ke depan. Kelemahan pernafasan ini paru-paru menjadi cepat lelah dalam menahan udara, suara yang dihasilkan menjadi tidak stabil karena udara yang dikeluarkan kurang dapat diatur.
b.      Pernapasan Diafragma;
Paru-paru dapat terisi penuh tanpa terjepit karena ruangan diperluas dengan meregangnya sekat rongga badan atau diafargma yang bergerak ke bawah. Pengeluaran napas diisi terjadinya karena diafragma menekan paru-paru dari bawah serta dibantu otot-otot perut dan otot- otot sisi badan. Dengan demikian pengeluaran napas diatur oleh kehendak kita sendiri dan menghasilkan suara yang meyakinkan.
c.       Pernapasan Perut;
Perut berkembang ke depan, paru-paru hanya dengan bagian tengahnya saja, meskipun system ini juga sedikit baik digunakan tetapi sampai sekarang penyanyi masih jarang menggunakan ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mendapatkan suara yang diharapkan yaitu dengan selalu berlatih menyanyi dengan suara sekeras-kerasnya, hal ini harus dilakukan secara terus-menerus dengan secara rutin hingga mendapatkan suara yang bertenaga, yaitu besar, lantang dan stabil.
Selain pernapasan unsur-unsur teknik vokal antara lain: seperti yang diuraikan oleh Rudy (2008:56) adalah:
a.       Penguasaan Notasi
Seseorang dapat bernyanyi dengan indah dan merdu dan pas terdengar ditelinga itu karena pas menempatkan nada-nada ini merupakan kemampuan seseorang terhadap penguasaan nada, ada pula yang bernyanyi dengan suara yang sumbang, terdengar buruk dan kacau, hal ini disebabkan karena orang tersebut belum mampu menempatkan nada-nada pada lagu yang dinyanyikan, oleh karena itu untuk menjadi penyanyi atau bernyanyi dengan benar diperlukan penguasaan notasi sebagai syarat utama. Tujuan dari pelatihan penguasaan notasi tersebut dimaksudkan untuk melatih feeling terhadap harga nada secara akurat.
b.      Penguasaan Tempo
Dalam bernyanyi sangat penting untuk mengerti dan menguasai tempo dari sebuah lagu, sering kita dengar meskipun seseorang bernyanyi dengan nada yang benar, namun terasa kurang pas dan tidak enak didengar karena tidak dapat menguasai tempo lagu, kesalahannya akan terlihat jelas apabila diiringi dengan music bisa terlalu cepat atau lambat sehingga hilang bentuk karakter dan makna dari lagu.
c.       Penguasaan Artikulasi
Dalam pementasan musik, kita sering mendengarkan seorang penyanyi yang sedang melantunkan sebuah lagu dengan mengucapkan kata-kata dari lirik lagu tersebut dengan sangat jelas, hal tersebut dapat membuat pendengar merasakan lagu tersebut sehingga terjalin hubungan dengan penonton lewat sebuah lagu, akan tetapi ada penyanyi yang melantunkan lagu dengan tidak jelas padahal lagu tersebut tidak asing bagi penonton.
d.      Phrasering
Aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah- kaidah yang berlaku.
e.       Ekspresi/Penjiwaan
Lagu terdiri dari dua bagian, yaitu bagian teknis dan bagian jiwa. Jiwa dalam artian sebagai sebuah karya dari ungkapan perasaan yang hidup dan memiliki rasa, sehingga mampu menyentuh dan menggugah perasaan yang mendengarkan, maka yang dimaksud menjiwai lagu adalah memahami lagu sebagai suatu karya hidup yang memiliki perasaan dan mengungkapkan pada nyanyiannya. Penyanyi yang mampu menjiwai lagu adalah penyanyi yang mampu menerjemahkan dan mengungkapkan emosi yang terkandung dalam lagu tersebut.

B.     Media Pembelajaran Vokal
1.      Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Penga ntar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual di lengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Jenis-jenis media belajar diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2.      Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.      Projected still media: slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya.
4.      Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK, penggunaan media baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh: dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Salah satu pengertian dari media pendidikan yang cukup populer adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh sebab itu media pendidikan adalah suatu bagian yang integral dari proses pendidikan. Dan karena itu menjadi suatu bidang yang harus dikuasai oleh setiap guru yang profesional.
2.      Media Pembelajaran Vokal
Dari pengertian media pendidikan di atas kita menafsirkan media pendidikan dari sudut pandang yang luas, dalam arti tidak hanya terbatas pada alat-alat audio/visual yang dapat dilihat dan didengar, melainkan sampai pada kondisi di mana para siswa dapat melakukan sendiri. Dalam pola demikian itu, maka tercakup pula di dalamnya pribadi dan tingkah laku guru.
Alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, terdiri dari:
1.      Media tanpa proyeksi, seperti: papan tulis, papan tempel, papan planel, bagan, diagram, grafis, poster, kartoon, gambar, dan lain-lain.
2.      Media pendidikan tiga dimensi. Alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini.
3.      Terdiri dari: model, benda asli, contoh/specimen, benda tiruan/mock-ups, diorama, boneka, topeng, peta, globe, pameran, museum sekolah, dan lain-lain.
4.      Media pendidikan yang mengunakan teknik atau masinal. Alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, meliputi antara lain: slide dan film strip, OHP, film, rekaman radio, televisi, laboratorium, perkakas oto-instruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomuniasi, dan komputer.
5.      Sumber-sumber masyarakat, berupa obyek-obyek, peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan, masalah-masalah, dan sebagainya dari berbagai bidang, yang meliputi: daerah, penduduk, sejarah, jenis-jenis kehidupan, mata pencaharian, industri, perbankan, perdagangan, pemerintahan, kebudayaan, politik, dan lain-lain. Untuk mempelajari hal-hal tersebut diperlukan berbagai metode, yakni: karyawisata, manusia sumber, survay, berkemah, pengabdian sosial, kerja pengalaman, dan lain-lain.
Jenis-jenis media pembelajaran yang dikenal dewasa ini terdapat tiga kelompok besar sebagaimana diungkap Abdulhak (2008) dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      media auditif.
2.      media visual.
3.      media audio visual.
Media auditif, adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Yang termasuk jenis media ini antara lain tape recorder dan radio. Media visual, adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Jenis tersebut ini antara lain gambar dan foto. Media audio visual, adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Beberapa contoh media audio visual meliputi televisi, video, film, atau demonstrasi langsung.
Media audiovisual dalam pembelajaran sering kita bedakan lagi menjadi dua macam yaitu:
(a)    audio visual diam
(b)   audio visual gerak.
Audiovisual diam adalah media yang menampilkan suara dan gambar diam (tidak bergerak). Misalnya, film bingkai suara sound sistem, film rangkai suara, dan cetak suara. Audio visual gerak adalah media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Misalnya, film suara dan video-cassette.

C.    Penerapan Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Teknik Vokal Siswa
Media audio merupakan media yang sering digunakan dalam pembelajaran vocal, media ini sangat fleksibel karena bentuknya yang mudah dibawa, praktis, dan relatif murah (misalnya tape compo, pengeras suara). Disamping media audio dalam pembelajaran vocal sering digunakan media audio visual, yang dapat dipakai untuk mendengar, melihat dan melakukan.
Media Pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut:
1.      Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara audio v isual dan audial.
2.      Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena: (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
a.       Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
b.      Media menghasilkan keseragaman pengamatan
c.       Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
d.      Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
e.       Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
f.       Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
Dalam meningkatkan teknik vokal, guru memiliki untuk menggunakan media pendidikan dalam proses pembelajaran karena media pembelajaran sangat membantu keberhasilan guru dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa-siswanya. Lebih luas lagi media pembelajaran memiliki fungsi yang sangat luas serta memiliki nilai yang sangat penting dalam dunia pendidikan di sekolah. Pofesi sebagai guru adalah pekerjaan profesional. Karena itu diperlukan kemampuan dan kewenangan.
Kemampuan itu dapat dilihat pada kesanggupannya menjalankan peranannya sebagai guru: pengajar, pembimbing, administrator, dan sebagai pembina ilmu. Salah satu segi kemampuan ini, adalah sejauh manakah ia menguasai metodologi media pendidikan di sekolah untuk kepentingan anak didiknya, sehingga memungkinkan perkembangan mereka secara optimal sesuai dengan tujuan pendidikan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Teknik vocal merupakan teknik dasar dalam bernyanyi sehingga apabila diibaratkan dengan sebuah rumah atau gedung teknik vokal merupakan pondasinya.
2.      Untuk menghasilkan teknik vocal yang baik maka, seorang penyanyi harus memperhatikan beberapa teknik penguasaan diantaranya adalah: penguasaan teknik pernafasan, penguasaan notasi, penguasaan tempo dan penguasaan artikulasi. musik yang bersumber dari suara manusia, biasa dimainkan oleh seorang penyanyi, atau sekelompok orang.
3.      Media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
4.      Media pendidikan tidak hanya terbatas pada alat-alat audio/visual yang dapat dilihat dan didengar, melainkan sampai pada kondisi di mana para siswa dapat melakukan sendiri.

B.     Saran
Berdasarkan hasil pembahasan, saran yang dapat penulis kemukakan dapat bermanfaat bagi pihak terkait yang memiliki kontribusi kuat terhadap pendidikan seni budaya khususnya seni music dalam meningkatkatkan teknik vocal dengan penerapan media audio visual khususnya bagi pengajar seni music di lapangan.
a.       Bagi guru seni music di lapangan diharapkan terus dapat mengembangkan profesionalismenya antara lain dengan melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Oleh karena itu dalam penerapan media audio visual terhadap pembelajaran teknik vocal ini mengharuskan adanya usaha dari guru untuk mengembangkan model pembelajaran, dengan demikian guru harus merubah model pembelajaran lama yang bersifat konvensional yaitu bersifat teacher centered kepada paradigma baru yang bersifat student centered.
b.      Kepala Sekolah diharapkan dapat selalu memberikan motivasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para guru untuk mengembangkan potensinya dan meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran serta mencobakan pembelajaran yang aktual.
c.       Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara agar dapat mengagendakan secara rutin pelatihan MGMP, penataran, pelatihan, workshop bagi guru untuk mengembangkan model dan pendekatan pembelajaran untuk mengarah pembelajaran yang berpusat pada siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Dahlan, M.D., (1990). Model-model Mengajar. Bandung: Diponegoro.
Esa Putra, Adjie. (2008). 1001 Jurus Menyanyi Mudah, Bandung: DARI Mizan.
MY, Rudy. (2008). Panduan Olah Vokal , Jogyakarta: PT. Media Pressindo.
Purwati, Ruth Dwi. (2006). Teknik Pernafasan Dalam Olah Vokal, Makalah Sekolah Menengah Musik. http://ruth.blogspot.com
Simanungkalit, N. (2008). Teknik Vokal Paduan Suara, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suryadi, Agus dkk (2009). Modul Pendidikan Musik, Jakarta: Universitas Terbuka
Syukur, Sugeng dkk.(2009). Modul Pendidikan Musik Lanjutan, Jakarta: Universitas Terbuka.

Silahkan copy paste makalah ini,, tapi jangan lupa cantumkan sumbernya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar